Open Shortest Path First (OSPF)

Posted: January 11, 2014 in Cisco, OSPF
Tags: , ,

Overview

Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol yang didefinisikan oleh RFC 2328. OSPF adalah salah satu dari Interior Gateway Protocol (IGP) yang biasanya digunakan untuk routing protocol dalam satu routing domain yang sama.

Distance Vector vs Link State

Terdapat 2 macam routing protocol, yaitu Distance Vector dan Link State. Distance vector menggunakan kalkulasi distance atau jarak serta outgoing interface untuk memilih jalur yang paling baik ke network tujuan. Contoh dari Distance Vector adalah RIP, IGRP, dan EIGRP. Link State memantau status dan tipe koneksi setiap link, kemudian membuat kalkulasi metric berdasarkan informasi tersebut. Contoh dari Link State adalah OSPF.

 

Screen Shot 2013-01-08 at 8.24.04 PM

Distance Vector sering juga disebut sebagai routing by rumor. Artinya dia akan memiliki informasi path berdasarkan rumor. Misalkan pada gambar diatas. Terdapat 4 buah router, A, B, C, dan D. A memiliki informasi network yang terhubung dengannya, misalkan 1.1.1.0/24. A akan melakukan advertisement ke B dan C mengenai network 1.1.1.0/24. B akan menerima advertisement tersebut dan menuliskan demikian di routing table “Untuk menuju ke 1.1.1.0/24, saya harus melempar ke A dan metricnya adalah xx” Nilai metric biasanya dikalkulasi dengan melihat faktor jumlah hop, bandwidth, delay, dll tergantung dari routing protocolnya (misalnya EIGRP akan melihat bandwidth, delay, mtu). C juga akan bekerja demikian setelah mendapatkan advertisement dari A. Proses selanjutnya B akan melakukan advertisement ke D, isinya demikian “Hey D, kalau mau menuju ke 1.1.1.0/24, kamu lempar saja ke saya. Saya tahu harus melempar kemana” C juga akan melakukan hal yang sama. Akibatnya D akan mendapat advertisement dari router B dan C. Router D akan mulai mengkalkulasi metric yang diperoleh dari B dan C. Kesimpulannya, D mengetahui informasi mengenai network 1.1.1.0/24 berdasarkan rumor dari B dan C. D sebenarnya tidak tahu network 1.1.1.0/24 berada dimana. D hanya tahu jika ingin menuju ke 1.1.1.0/24, cukup melempar ke B atau C.

Link State bukan merupakan routing by rumor. Setiap router di dalam link state routing domain memiliki informasi yang sama mengenai network secara keseluruhan. Kembali ke contoh diatas, D mengetahui bahwa 1.1.1.0/24 dimiliki oleh router A. D akan melakukan kalkulasi misalnya dengan algoritma shortest path first untuk menentukan jalur menuju ke A. D memiliki gambaran keseluruhan secara detail mengenai network map, kondisi setiap host, dan kondisi path yang akan dilalui.

Open Shortest Path First (OSPF)

Seperti penjelasan link state diatas, link state akan mengkalkulasi path menuju suatu node berdasarkan informasi. Informasi yang dipertukarkan adalah Link State Advertisement (LSA). Pada saat awal node akan melakukan konvergensi OSPF, seluruh node akan saling bertukar LSA sehingga terjadi flood dalam network. Proses ini dilakukan untuk menuju kondisi adjacency antar node. Dalam kondisi adjacent, maka kedua node dapat saling bertukar LSA.

 

Source: http://robertalvianus.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s